Kediri — Himpunan Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi (HIROSI) Universitas Nusantara PGRI Kediri melaksanakan kegiatan studi banding bersama Biro Sistem Informasi (BIRO SI) Universitas Dian Nuswantoro Kediri pada Rabu, 5 Februari 2026. Kegiatan ini bertempat di Ruang A5 Kampus 1 Kampus 1 Universitas Nusantara PGRI Kediri dan diikuti oleh pengurus inti serta perwakilan divisi dari kedua organisasi.
Studi banding ini bukan sekadar formalitas. Tujuan utamanya jelas: bertukar wawasan manajerial, strategi program kerja, dan penguatan kolaborasi di bidang sistem informasi. Kalau niatnya hanya “kunjungan”, kegiatan ini gagal. Faktanya, agenda disusun padat dan relevan.
Acara diawali dengan pemaparan program kerja dari masing-masing organisasi. HIROSI mempresentasikan fokus kegiatan akademik, pengembangan kompetensi anggota, serta inovasi berbasis teknologi informasi. BIRO SI menanggapi dengan pemaparan program kerja yang menekankan pada tata kelola sistem informasi, pengelolaan layanan digital kampus, serta pola kerja birokratis yang efisien. Di titik ini, perbedaan karakter organisasi justru menjadi bahan belajar yang konkret.


Agenda dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan divisi. Diskusi berlangsung terbuka dan tajam—membahas alur kerja, tantangan internal, hingga solusi realistis yang telah diterapkan masing-masing pihak. Ini bagian terpenting dari acara. Tanpa FGD, studi banding hanya jadi sesi dengar tanpa dampak.


Setelah sesi diskusi, suasana dibuat lebih cair melalui games interaktif yang melibatkan seluruh peserta. Aktivitas ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana membangun kedekatan dan kerja sama lintas organisasi. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol silaturahmi dan penghargaan, serta foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan.
Melalui kegiatan ini, HIROSI dan BIRO SI menunjukkan bahwa studi banding yang efektif harus menghasilkan insight, bukan hanya dokumentasi. Harapannya, hasil diskusi dan pertukaran gagasan dapat diimplementasikan secara nyata dalam program kerja ke depan, sekaligus membuka peluang kolaborasi berkelanjutan antar institusi.






















